Hari ini, profesi agen properti semakin dipermudah dengan kehadiran internet dan fitur yang dibuat melaluinya. Tidak terkecuali website agen properti yang kini telah marak dipergunakan.

Website pribadi ini biasanya mensyaratkan agen untuk terlebih dahulu menjadi anggota (member) dengan opsi paket Profesional dan Premium. Biaya yang dikenakan untuk bisa menikmati website pribadi ini cukup terjangkau, mulai dari Rp700 ribu hingga Rp1,4 juta per tahun.

Lewat website pribadi ini, agen bebas memasarkan seluruh listing andalannya, sekaligus ajang memperkenalkan diri selaku agen properti terpercaya. Karena ‘narsis’ adalah tuntutan wajib agen properti, maka jangan lupa sebarkan link website pribadi ini ke akun media sosial pribadi.

Agen juga bisa membuat website pribadi melalui blog seperti WordPress, Blogger, dan lain-lain.

Di sini, agen properti tak hanya bisa memampang listing yang dipasarkan, tetapi beragam informasi terkait properti seperti tingkat suku bunga, tips mengajukan KPR, dan informasi lain yang berguna bagi calon pembeli.

Lantas konten apalagi yang sebaiknya ada dalam website pribadi seorang agen properti?

1. Kondisi pasar properti terkini

Penting bagi seorang broker untuk mengetahui dan menyampaikan perkembangan pasar properti terkini. Baik itu sektor apartemen, rumah, maupun ritel komersial.

Berikan pandangan dan fakta yang diketahui, lalu tuang ini menjadi sebuah artikel yang layak dibaca konsumen. Untuk menampilkan bahwa Anda adalah broker yang pandai, pastikan pengolahan kata sudah tepat sesuai Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Dengan adanya ulasan mengenai pasar properti terbaru, ini tidak hanya membuat Anda terlihat profesional melainkan membuat website agen properti Anda lain daripada yang lain.

2. Informasi infrastruktur terbaru

Dibanding hanya rutin meng-upload listing saja, kenapa tidak menginformasikan hal lain yang lebih bermanfaat dan menunjang produk properti yang tengah Anda jual. Menjelaskan rencana pembangunanan infrastruktur terdekat, misalnya.

Paparkan informasi akurat perihal rencana pemerintah/swasta yang akan membangun jalur tol, stasiun KRL, atau mungkin jalur Mass Rapid Transit (MRT). Namun sebaiknya kaitkan berita bagus ini dengan listing di area yang dekat dengan rencana pembangunan infrastruktur tersebut.

Agar lebih eye-catching, Anda bisa mencoba membuat infografis yang berisi tentang kedekatan antara listing properti dengan infrastruktur beserta dampak ke depannya.

3. Listing dan open house

Memasang listing memang ‘makanan’ agen properti sehari-hari. Sayangnya, tak semua agen memahami bagaimana caranya membuat listing tersebut menjadi daya tarik tersendiri di mata konsumen.

Faktor foto properti yang dijual kerap memicu iklan Anda tidak mampu menggaet hati konsumen. Jika foto properti tidak dalam tampilan visual yang baik seperti kualitas rendah, terdapat blur, angle kurang tepat, pencahayaan minim atau gelap, tidak mengherankan bila iklan sama sekali tak dilirik konsumen.

Ingin tahu penyebab listing properti kurang laris?

Selanjutnya open house. Adakan kegiatan ini saat Anda punya listing properti yang menurut Anda bakal diminati calon konsumen. Undang seluruh klien potensial untuk menghadiri acara ini.

Undangan bisa disebarkan melalui email, pesan teks atau telepon. Bila lewat email, sebaiknya buat undangan dalam bentuk visual yang menarik layaknya undangan pernikahan.

4. Pertanyaan pembeli dan penjual

Rangkum pertanyaan yang paling sering diajukan oleh pembeli dan penjual, lalu buat kanal khusus seperti Tanya Properti yang ada di Rumah.com.

Jangan sampai ada satupun pertanyaan yang tidak Anda balas, karena ini merupakan strategi jitu membangun kedekatan antara Anda dengan konsumen.

Siapa tahu, karena mereka merasa Anda adalah agen andalan soal properti, maka mereka gemar mempromosikan diri Anda (tanpa diminta) dari mulut ke mulut.

5. Profile pribadi

Terakhir yang tidak boleh luput adalah tulis detail biodata Anda secara lengkap di website pribadi tersebut. Mulai dari nama lengkap, nomor telepon, alamat kantor/rumah, alamat email, serta akun media sosial.

Kelengkapan biodata ini secara tidak langsung akan menunjukkan bahwa Anda bukanlah agen properti bodong.

Selamat mencoba!