Akhir-Akhir ini, Rumah menjadi komoditas yang sering dicari oleh orang, terutama bagi mereka yang baru menikah ataupun yang memiliki uang lebih dan ingin menginvestasikan nya ke dalam bentuk properti. Terlebih lagi saat ini sangat cepat beredar informasi mengenai rumah murah dan lokasi strategis. Pasti semua akan tertarik untuk memilikinya.

Bagi Orang yang sudah beberapa kali membeli rumah, atau sudah biasa bertransaksi untuk KPR Rumah, mungkin mereka sudah sangat jeli dalam membeli rumah. Tetapi bagi pemula, harus lah banyak membaca referensi , salah satunya seperti yang akan kami jelaskan dibawah ini yaitu tentang surat  TAnah:

1.Surat Kepemilikan Tanah.

Di Indonesia sendiri, ada beberapa Jenis Surat Kepemilikan Tanah, tetapi untuk pembelian Rumah baik itu Subsidi maupun non subsidi ada tiga jenis yang benar-benar di sarankan untuk ada pegang sebagai bukti kepemilikan Tanah yaitu sbb :

  • sertifikat hak milik (SHM),
  • sertifikat hak guna bangunan (SHGB),
  • sertifikat hak pakai (SHP).

Diantara ketiga jenis surat tanah di atas, SHM adalah yang memiliki kekuatan hukum tertinggi. Untuk itu disarankan untuk membeli rumah yang surat nya SHM.

Sedangkan SHP dan SHGB itu surat tanah dimana mesti di perpanjang setiap 15 atau 20 tahun sekali untuk menjadikannya SHM.

2. IMB

IMB atau kepanjangannya adalah Izin Mendirikan Bangunan, adalah sebuah surat yang juga harus di tanya dan dimiliki oleh seorang calon debitur perumahan. Karena IMB ini di keluarkan oleh pemerintah daerah setempat, tentunya sebagai bukti bahwa rumah yang akan kita beli sudah ada izinnya. Bagi rumah yang tidak memliki IMB, akan di kenakan denda oleh pemerintah sebesar kurang lebih 10 persen dari nilai bangunan, paling parah nya lagi, rumah bisa di bongkar lo.
IMB Sendiri harus benar-benar kita perhatikan, kita harus melihat luas bangunan di sertifikat dan yang kenyataannya. Apabila ada yang beda, segera urus untuk di perbaharui sesuai dengan yang dilapangan.

Selain beberapa hal di atas, di IMB juga perlu kita perhatikan dengan teliti, IMB tersebut untuk rumah individu atau IMB untuk seluruh kompleks. Karena biasanya IMB yang ada itu hanya untuk keseluruhan Kompleks.

3. AJB

Akta Jual Beli itu termasuk ke dalam bagian SHM. Dimana di dalam AJB akan di terangkan secara jelas, Transaksi-transaksi terakhir untuk jual beli rumah tersebut.

Hati-hati, untuk AJB ini kita harus pastikan disana ada keterangan Notaris, karena notaris sebagai saksi kebenaran AJB Tersebut.

4.Bukti Pembayaran Tagihan

Hal lain yang mungkin sering terlewat kan adalah, kita harus memastikan ada nya bukti-bukti untuk pelunasan seperti :

  • PDAM, Bagi yang perumahannya masuk PDAM
  • Tagihan Telfon, jika Rumah atua kompleks di aliri telfon.
  • Listrik, pengurusan untuk masuk listrik kerumah.

5.PBB

Pajak Bumi Bangunan-PBB, merupakan surat yang dikeluarkan pemerintah setempat sebagai bukti bahwa kita yang akan membeli rumah dapat membayar PBB untuk ditahun-tahun berikut nya. Pengalaman saya, saat membeli pertama kali, kita akan free 1 tahun. karena sudah include di harga KPR. Tanpa bukti pembayaran tahun sebelumnya, kita akan mendapat kendala untuk pembayaran tahun berikut nya.

Demikian Ringkasan singkat dari www.properti.pku mengenai hal-hal yang harus di perhatikan sebelum kita membeli rumah, karena rumah adalah investasi jangka panjang, jadi kita harus benar-benar perhatkan kelengkapan rumah tersebut jika saudara-saudari tidak ingin rumah nya di ambil hak miliknya oleh orang lain.
semoga informasi ini bermanfaat.