Memiliki Rumah adalah impian setiap orang di masa kini. Tidak banyak orang yang menjadikan Rumah sebagai investasi untuk di masa mendatang. Tetapi bagi sebagian orang, memiliki satu rumah adalah sebuah anugrah dari Tuhan Yang Maha Esa. Untuk itu , di halaman ini saya akan memberikan sedikit informasi mengenai Keuntungan dan Kelebihan memilih KPR dengan cara Flat atau Floating.

Memiliki rumah dengan memanfaatkan bpjs

Informasi ini diharapkan bisa menjadi bahan referensi bagi calon debitur untuk bisa memilih system atau cara yang paling tepat. Agar tidak menyesal di kemudian hari. Seperti pepatah mengatakan, penyesalan selalu datang terakhir. Tetapi tidak perlu khawatir, kami juga akan memberikan informasi mengenai , Bagaimana cara nya untuk memindah system atau cara KPR Rumah.

1. KPR Rumah dengan System Flat.

0 %

KPR dengan System bunga flat , adalah sistem dimana perhitungan suku bunga yang besarannya mengacu pada pokok utang awal. Dalam sistem bunga ini porsi dan pokok dalam angsuran bulanan akan tetap sama dari awal hingga masa berakhir Angsuran.

Dalam artian, apabila pada saat perjanjian kredit yang kita ajukan telah ditetapkan suku bunga sebesar 13% , dan kita mengajukan jangka waktu peminjaman 10 tahun, maka selama jangka waktu kredit suku bunga yang berlaku adalah tetap 13%, tidak berubah sampai jangka waktu pinjaman berakhir.

Keuntungannya

Berdasarkan penjelasan diatas keuntungan dari suku bunga flat bagi debitur KPR yakni kepastian angsuran. Debitur bisa mengetahui pasti besaran angsuran yang harus di bayar tanpa melihat kenaikan Suku Bunga di Bank. Tidak ada rasa cemas, angsuran akan naik karena kondisi keuangan tidak stabil.
Keuntungan lainnya adalah, jika kita memiliki uang lebih atau simpanan, dan kita ingin melakukan pelunasan ditengah masa pinjaman, debitur tidak akan dikenakan biaya pinalti dan tidak akan dipungut biaya provisi sebesar 1% tersebut. Sistem bunga ini sangat cocok untuk orang yang memiliki penghasilan tetap dan tidak ingin mengambil risiko.

Kelemahannya

Tidak baik jika hanya melihat dari sisi kelebihannya saja, kelemahan pada suku bunga flat ini adalah nilai angsurannya sedikit lebih tinggi jika dibandingkan dengan angsuran dengan bunga floating. Selain itu apabila terjadi penurunan suku bunga perbankan karena kebijakan yang dikeluarkan oleh SBI, debitur tidak bisa menikmatinya. Karena sudah terikat perjanjian di awal Akad Kredit.
Apabila suku bunga pasar berada di bawah suku bunga tetap maka suku bunga kredit menjadi lebih mahal sehingga pengurangan nilai cicilan tidak bisa diterapkan karena jumlah angsurannya telah dipatok tetap sejak awal cicilan.

2. KPR Rumah Dengan System Floating.

System KPR floating, adalah system KPR dimana tingkat suku bunga nya tidak tetap, tergantung suku bunga di pasar. Jadi besarnya angsuran dapat berubah kapan saja, tergantung dengan kondisi pasar apakah suku bunga naik atau sedang turun. Jadi pergerakan suku bunga di pasaran sangat berpengaruh.

apa bila terjadi kenaikan suku bunga di pasaran, maka bunga kredit debitur pada bulan atau saat itu, juga akan mengalami kenaikan. Sebaliknya, jika Suku di pasar Sedang Turun, maka Bunga angsuran debitur akan juga mengalami penurunan. Dalam artian, apabila suku bunga yang telah disepakati pada awal perjanjian adalah sebesar 12%, maka selama jangka waktu kredit suku bunga dapat turun menjadi 11% atau bahkan naik menjadi 13%.

Jika Bapak/ibu ingin memilih KPR dengan suku bunga Tidak tetap (floating), maka Anda harus siap membayar cicilan KPR yang berbeda-beda di setiap bulan nya. Harus Jeli dan Sering Mengecek tingkat suku bunga di pasar.

Keuntungannya

Keuntungan yang di dapat jika kita memilih system suku bunga floating adalah, dimana jika terjadi penurunan suku bunga pasar, karena ini akan berdampak pada tingkat suku bunga kredit juga akan ikut turun. Apabila memang sedang terjadi penurunan suku bunga, maka besaran bunga yang di bayar pada periode itu pun menjadi lebih rendah dari pada priode sebelumnya. System KPR dengan cara floating dianjurkan  untuk calon Debitur yang bisa mengambil risiko, Atau memahami system suku bunga pasar, dan juga berpenghasilan tidak tetap, atau meiliki penghasilan sampingan.

Kelemahannya

Adapun kelemahannya adalah, naik turunnya suku bunga itu sendiri. JIka sedang bernasib baik, penurunan suku bunga ,maka ini akan memberi angin segar bagi debitur, tetapi apabila suku bunga pasar mengalami kenaikan, hal ini pula yang akan membuat debitur harus merogoh kantong sedikit lebih banyak dari sebelumnya. Tidak jarang Debitur yang telah memilih system KPR Floating, di pertengahan angsuran mereka memindah ke KPR system Flat.

Pada Intinya,  setiap system atau cara KPR Rumah memiliki keunggulan dan kelemahannya masing-masing. Semua itu kembali kepada calon Debitur, untuk bisa memilih dengan lebih teliti, tidak salah jika meminta saran kepada daveloper perumahan yang akan kita lakukan KPR Rumah.

Berdasarkan Pengalaman, untuk menjaga jika sesuatu terjadi, lebih baik kita menyimpan contact person dari Pihak bank yang mana pada saat kita melakukan akad kredit beliau hadir. karena akan lebih meudahkan kita berkomunikasi dan bertanya jika ada sesuatu yang mengganjal dengan system KPR kita.

Demikian Informasi yang dapat kami sampaikan, semoga Bapak Ibu dapat memilihi system atau cara KPR yang mana yang sesuai dengan keuangan keluarga pribadi.